Reportase Jurnalistik, The Story Behind The News, Opini dan Idealisme, Karya Sastra, Catatan Perjalanan dan Kehidupan.
Thursday, September 27, 2012
Beasiswa Kompas Gramedia
Sejak awal gw masuk kuliah dan masuk UMN (Universitas Multimedia Nusantara) gw punya sebuah tujuan utama yaitu menjadi jurnalis berkualitas dan jika Tuhan berkehendak dan alam raya bekerja untuk mendukung, kerja di Kompas Gramedia. Pikiran gue sederhana aja waktu itu, UMN punya Kompas, gw jurusan jurnalistik, gw pun berasumsi, jika gw berusaha keras maka bukan tidak mungkin gw akan tembus masuk kerja di Kompas. Terlepas dari segala perdebatan begini begitu, gw ngerasa disanalah tempat yang tepat untuk memulai karier dan masa depan gw. Dan Puji Tuhan! :D sekarang gw hanya tinggal menyelesaikan sisa kewajiban gw aja untuk bisa masuk ke sana, semua berkat sebuah golden ticket bernama beasiswa.
Menggenapi semua persyaratan seleksi, dan melewati sejumlah tahapan seperti wawancara dengan HRD Kompas, psikotes dari jam 9 pagi sampai jam 3 siang, sampai wawancara lagi dengan ODTM (Operational Development Talent Manager - Kalau ga salah gelarnya itu. Hehehe) Pak Hadi Rumpoko hingga menunggu sampai dua bulan, akhirnya, saya dan tiga belas orang lainnya mendapat surat pernyataan yang menyatakan bahwa kami lolos sebagai penerima Beasiswa Kompas Gramedia.
"Hadiah" dari menerima beasiswa ini adalah bantuan dana pendidikan sebesar Rp.7,5 juta / semester (which is makes my colleg fee is free! :D ) dan kontrak satu tahun kerja di grup Kompas Gramedia. Fiuuh... Terima kasih Tuhan atas berkat-Mu! :D Sungguh tak sia-sia usaha keras gw "tancap gas" dari tingkat satu sebagai peserta lomba mahasiswa berdebat di Jak TV, tingkat dua sebagai aktivis organisasi mahasiswa baik di tingkat fakultas dan jurusan sampai universitas, dan tahun ketiga gw sebagai kapten dari staff redaksional majalah kampus (yang tentunya jadi poin besar untuk CV saya). Semua hasil kerja keras saya, mendapatkan nilai yang baik, aktiv mengejar cita-cita dan membangun lingkungan sosial di kampus, diskusi dengan teman-teman dan dosen, membaca lusinan buku, menempuh ratusan kilometer untuk mulai berlatih sebagai reporter meliput berbagai hal, sungguh semuanya tidak sia-sia. Puji Tuhan, terima kasih.
Semoga dengan menerima beasiswa ini, saya dapat semakin bersemangat, untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Amiin! :D
Sunday, November 7, 2010
Kebebasan Pers, Sebuah Euforia Era Reformasi
Saat Orde Baru (Orba) berkuasa, kental diingatan banyak orang bahwa berpendapat dan mengkritisi pemerintah merupakan hal yang diharamkan. Banyak aktivis, mahasiswa, tokoh-tokoh yang kritis ditangkap, dijadikan tahanan politik tanpa sidang, diasingkan, dihilangkan, bahkan diambil nyawanya. Sebut saja seperti penulis kawakan Pramoedya Ananta Toer yang ditangkap dan diasingkan karena buku yang ia tulis, tetralogi Bumi Manusia, di anggap oleh pemerintah orba sarat ajaran komunis. Hal senada juga terjadi pada media. SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan dan Percetakkan) dijadikan senjata ampuh negara untuk membungkam media. Media yang kritis dan vocal tidak segan-segan dicabut SIUPP-nya, dibredel, dilarang terbit. Majalah Tempo nampak sudah kenyang oleh pengalaman ini. Juga dikenal organisasi profesi jurnalistik bikinan negara, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), yang fungsinya mengawasi setiap media yang dianggap “mbeling” saat itu. Masa dimana kebebasan berpendapat dibungkam system pers otoritarian.
Sejak rezim “otoriter” orde baru digulingkan, Indonesia memasuki babak baru kehidupan sosial politik yaitu era reformasi. Terdiri dari kata ‘formasi’ yang artinya susunan ditambah imbuhan re- yang artinya mengulang kembali, reformasi merupakan era dimana format-format perangkat kenegaraan, peraturan serta undang-undang diatur kembali dalam rangka menciptakan tatanan hidup bernegara yang lebih ideal.
Reformasi sarat dengan agenda perubahan. Mulai dari perubahan system sosial politik dimana demokrasi digaungkan sebagai azas negara, pelucutan kekuatan militer angkatan darat, meningkatnya toleransi agama dengan disahkannya imlek sebagai hari libur nasional, juga termasuk di dalamnya pengesahan undang-undang kebebasan pers dalam rangka melindungi kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Mengacu pada teori demokrasi Thomas Aquinas, bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi, selain lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif (trias politika). Maka kebebesan pers merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk menjadi negara demokrasi. Karena pada prinsipnya demokrasi adalah dari, oleh dan untuk rakyat. Pers berperan sebagai watchdog trias politika, menjaga agar pemerintahan tetap pada jalurnya, yaitu dalam rangka mensejahterakan rakyat.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 didalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak. bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Dengan disahkanya Undang-Undang ini, dunia pers jurnalistik menghirup aroma kebebasan setelah “terbelunggu” selama puluhan tahun dalam rezim orba. Tidak seperti dulu yang selalu was-was, Pers bebas memberitakan, berpendapat, bahkan mengkritis pemerintah. Masyarakatpun memiliki hak untuk berekspresi, berpendapat, juga mengkritisi pemerintah.
Lebih lanjut disebutkan dalam pasal 5 UU No.4 tahun 1999 bahwa pers nasional berkewajiban memberitakan berita dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat dan asas praduga tak bersalah.
Pasal kelima UU No.4 tahun 1999 ini, ingin menunjukkan bahwa system pers di Indonesia adalah system pers bebas bertanggung jawab. Sistem pers yang memiliki tanggung jawab sosial (Social Responsibilty Theory). Jadi pers bebas melakukan pemberitaan dan mengkritis pemerintah namun tetap dalam koridor-koridor “kepantasan”, karena pers juga dituntut untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial khalayak masyarakat.
Namun pada kenyataannya pemberitaan di media seringkali kebablasan. Terlalu vulgar dan cenderung mengarah pemberitaan yang merugikan pihak-pihak tertentu seperti pencemaran nama baik, pelanggaran privasi sumber pemberitaan, dan lain sebagainya.
Di media cetak, judul headline-headline dan artikel surat kabar makin kritis bahkan keterlaluan dan cenderung pada pencemaran nama baik. Seperti contohnya yang terjadi pada harian Kompas, Jumat, 5 November 2010, yang mengatakan “Hati DPR Tumpul”. Ada pula cover majalah Tempo, 29 Juni 2010, yang mengatakan “Rekening Gendut Polisi” ditambah dengan ilustrasi gambar seorang polisi sedang membawa celengan berbentuk babi.
Tidak hanya itu,isi artikelnya pun banyak yang dengan terang-terangan mengarahkan kritik kepada yang bersangkutan. Penggunaan kata sindiran lazim digunakan, bahkan sarkastikpun sering menguap di halaman surat kabar.
Masyarakat pun kini makin kebablasan dalam mengemukakan pendapat. Sebut saja ketika demonstrasi yang terjadi 28 Januari 2010, menuntut ketegasan dan kecekatan presiden mengambil keputusan. Para demonstran membawa seekor kerbau di area demonstrasi, mereka mengkritik presiden SBY lambat seperti seekor kerbau. Ada pula kasus yang masih hangat baru-baru ini, yaitu artis kawakan Pong Harjatmo mencoret atap gedung DPR dengan tulisan “Jujur, Adil, Tegas”.
Bisakah pers dan masyarakat secara terang-terangan “menghina” suatu pihak dan instansi pemerintah? Bukankah sudah ada undang-undang pencemaran nama baik? Bukankah mereka bisa terjerat undang-undang tersebut?
Hal tersebut terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Buku kedua-kejahatan, bab XVI, Pasal 310 yang berbunyi:
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.
Memang benar ada undang-undang pencemaran nama baik, namun kebebasan berpendapat tersebut dilindungi oleh undang-undang kebebasan pers. Kedua undang-undang ini memang saling berbenturan. Adapula rancangan undang-undang rahasia negara yang berpotensi akan menjadi UU tandingan kebebasan pers dalam “mengubek-ubek” rahasia negara.
Berdasarkan UU No.4 tahun 1999, pers memang berhak dan bebas melakukan pemberitaan dan kegiatan jurnalistik. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana dan apa saja batas-batas koridor kepantasan dalam pemberitaan tersebut? Maka dari itu selalu mucul perdebatan mengenai batas-batas kebebesan pers, dimana AJI (Aliansi Jurnalis Independen) organisasi profesi tandingan PWI, selalu memperjuangkan hal ini.
Bila dianalisis secara kritis, hal ini terjadi karena pers Indonesia telah terlalu lama “dibungkam”, sehingga ketika mereka diperbolehkan bersuara, keluarlah teriakan. Era dimana informasi dapat dengan bebas beredar, dimana berpendapat bebas dilakukan. Kebebasan pers, merupakan buah euphoria era reformasi.
Wednesday, April 28, 2010
I have officially pimp my blog!
berawal dari kejenuhan gw dengan template blog gw yang lama, maka gw memutuskan untuk mengubahnya dengan yang baru. Selain itu mata gw juga suka pusing dan capek, soalnya template lama gw itu backgroundnya item polos dan tulisannya putih ngejreng gitu, jadi mata gw suka cenat-cenut ngeliatnya. hehehe :D
Lalu pas lagi matkul PTM (pengantar tknologi mlimedia) gw colongan ngedit template blog.
Berikut langkah-langkah mendownload dan mengubah template
Pertama gw ngacir ke google cari free download template blogger, lalu cari template yang gw suka, trus download template tersebut. Setelah itu, buka data download itu di WINRAR (kalo belum punya install dlu WINRAR-nya) Lalu kemudian klik file template itu lalu extract to ke folder yang diinginkan. Lalu masuk ke halaman blog lw, pilih edit HTML. Pertama lw delete dulu tuh kode2 bahasa HTML di kotak, baru kalo uda lw masukin deh file download lw itu, setelah selesai upload pilih save atau simpan. And then Voila! blogmu tampilan dengan template baru. hehehe. semoga sukses coy. hehehe
Special thnks buat Jawir yang uda ngajarin gw ubah template gw. juga buat kampus yg telah rela gw pake i-netnya bwt blogging. hahahaha.
See you in the next post
Ad Maiorem Dei Gloriam
Bene Krisna
Sunday, April 18, 2010
If (Conditional) Clause : Antara Impian, Keyakinan, Penyesalan, dan Kebangkitan
Lagi-lagi inspirasi gw muncul dari materi kuliah. Waktu itu gw lagi kuliah bahasa Inggris dengan materi If (conditional) Clause. Materi ini mengajarkan untuk menggunakan kalimat pengandaian dengan baik dan benar. Sekedar untuk wejangan informasi saja, berikut penjelasan singkat mengenai If Clause :
If / Conditional Clause dibagai menjadi 3:
1. True / real in present / future
Rumus : If + present simple unless (if not) + future imperative (can, must, may) present simple
Uses : real or very probably present in the future
Example : If he comes late, we’ll miss the bus
If you want to be a champion, you’ll have to give your best
2. Unreal present contrary-to-fact
Rumus : If + past simple (had/were) + would/could, might
Uses: Improbable situation in the present, future, and also to give advice
Example : If I were a bird, I would fly away
If I had money, I could buy a new car
3. Unreal past / contrary-to-fact in the past
Rumus : If + past perfect (had been) + would, might+have+past participle
Uses : Unreal or improbable situation in the past also used to express regret & criticism
Example : If you had been work harder yesterday, you could pass the exam
If you had been listening to me yesterday, you wouldn’t have to suffer all
Secara singkat gw akan menjelaskan tentang fungsi utama ketiga tipe clause itu. Tipe pertama digunakan untuk suatu pengandaian akan sesuatu yang sangat mungkin akan terjadi. Tipe kedua digunakan untuk suatu pengandaian akan situasi yang memang tidak mungkin sekarang. Tipe ketiga digunakan untuk pengandaian tentang sesutau yang telah lewat, biasanya digunakan untuk ekspresi penyesalan, bisa juga untuk mengkritik.
Lalu apa yang pengen gw sampaikan ke lw semua?
Hidup itu bisa dianalogikan seperti ketiga if clause ini. Hidup itu harus diawali dengan if clause tipe kedua. Impian yang liar! yang improbable! Itulah impian. Seperti yang uda gw katakan di postingan gw sebelumnya (baca: Budayakan pertamax) bermimpilah yang tinggi, liar, melawan arus besar, dan nyaris (memang) ga masuk akal. Semua pemimpi pasti senang sekali bermain dengan if clause tipe ini. Setiap impian mereka selalu dimulai dari pernyataan yang dibalut dengan if clause ini. Ingat semua penemuan di dunia ini dimulai dari impian, dan sebuah statement kalimat impian berawal dari sebuah pengandaian yang tinggi, dan itu bisa ditemukan di if clause tipe kedua (tipe impian). Contoh : If I were a bird, I would fly away (kata2 Wright Brothers penemu pesawat)
Setelah bermimpi, para pemimpi itu bekerja keras untuk mencapai impiannya. Dimulai dari sebuah perencanaan yang dimulai dengan if clause tipe satu. Mereka akan berhasil jika…mereka akan bisa jika… Setelah mereka merencanakan mulailah mereka bekerja keras. Dari bekerja kerasnya itulah muncul sebuah keyakinan. Namun terkadang keyakinan itu bisa saja kabur dengan munculnya godaan dan tantangan. Namun mereka akan kembali semangat dengan hadirnya pengandaian tipe pertama. Mereka tau mereka pasti akan bisa sukses jika…Contoh : If I wants to be a champion, I’ll have to give my best
Jangan menjadi manusia dengan if clause tipe ketiga. If clause tipe ketiga adalah mereka yang gagal, meratapi kegagalannya dan emoh untuk bangkit. Contoh : If only I could turn back time, we would together now. Namun baiknya, manusia tipe if clause ketiga setelah mereka meratapi diri, mereka bisa mengkoreksi kesalahan mereka untuk bangkit . Contoh : If i hadn’t lazy, I would pass the exam
Sebenarnya masih banyak lagi bentuk aplikasi dari penggunaan if clause ini dalam bidang lain. Dalam bidang teknologi misalnya, dalam internet contohnya. Dalam halaman internet selalu tertera link yang akan terbuka jika di klik, nah cara membuat program seperti adalah dengan membuat pengandaian, jika di klik maka akan masuk ke dalam…. Dan masih banyak penggunaan teori pengandaian di bidang lainnya.
End of story, gw pamit dulu ya, bye…bon voyage…pareng…see you in my next post.hehe
Moral of the post :
1. Pelajari dan kuasai if conditional clause, karena nilai dan keterampilan bahasa Inggris di butuhkan sampe lw kerja, bahkan sampe lw tua . Suka ga suka, Inggris adalah bahasa internasional, dan jika lw mau mengerti dan masuk ke dalam alam internasional kenalilah dan pahamilah dulu kendaraan di lidah mereka.
2.Banyak hal di dunia ini yang bisa dipetik nilai dan hikmahnya, bahkan dari sebuah materi kuliah yang terkadang membosankan. Coba lihat dari sisi lain materi itu, jangan hanya terpaku dalam suatu sudut pandang tertentu. Jangan hanya melihat pelajaran bahasa Inggris itu cuma ini itu, tapi bisa dipahami dan diilhami dengan cara dan sudut pandang yang berbeda Alam raya dan isinya adalah kolam inspirasi, tinggal bagaimana kita mau dan mampu menyelami dan menjelajahinya
3. Jangan lupa merem sebelum tidur. Hahaha.
Ad Maiorem Dei Gloriam
Bene Krisna
Monday, April 5, 2010
4 Kepribadian Manusia
Postingan kali ini berisi tentang teori kepribadian manusia. Teori yang pertama, dikemukakan Florence Littauer dalam bukunya “Personality Plus” tentang 4 kepribadian manusia yaitu : Sanguinis, Melankolis, Koleris, Phlegmatis. Lalu hal yang sama dibahas oleh Paula Tieger dengan sudut pandang yang agak berbeda (lebih mendetail) akan membahas 16 kepribadian manusia. Penasaran? Let’s check it out! Enjoy!
Berawal dari banyak teman gw yang bingung menentukan jurusan ketika akan melanjutkan ke semester 3. Mulai dari temen2 ilkom, DKV, fisip, hukum, ekonomi, teknik dll. Entah dari temen sekelas, temen sefakultas, sekampus, ampe beda kampus. Well, ini sedikit panduan buat lw, untuk menentukkan fakultas dan jurusan untuk dipilih. Supaya lw lebih mengerti siapa diri lw yang sebenarnya, dan menemukan panggil dan lentera jiwa. Do what you love, love what you do! Bekerja karena hasrat dan panggilan bukan karena “menyerah” pada gaji. Jangan sampe salah jurusan lalu menyesal kemudian. Sebetulnya pengetahuan ini lebih tepat di berikan kepada anak kelas 3 SMA yang akan mengambil kuliah, tapi mengingat semester 2, masih anget2 tai ayam, jadi masih “ga” nyesel banyak, kalo emang mau pindah jurusan. Selain itu lumayan kan bisa lebih mengerti diri sendiri. Karena apabila lw uda ngerti diri sendiri, maka lw akan mengerti kelebihan dan kekurangan lw. Dan saat lw uda memahaminya, lw akan mencintai diri lw sendiri sebagai pribadi yang unik, lain dari yang lain. Ketika lw uda mencintai diri sendiri, maka akan sangat mungkin orang lain akan mencintaimu. Logikanya sederhana, kalo lw ga cinta sama diri lw, gimana orang lain mau cinta sama lw? Hahahahaha. Sok filosofis abis ya gw? Hahaha. Oh iya selain itu lw juga bisa memahami karakter orang lain. Penasaran? Oke langsung go to the point!
Menurut Florence Littauer dalam bukunya yang berjudul Personality Plus (world’s best seller) doi mengatakan ada 4 kepribadian manusia. Apa aja itu? Wait, sebelum lw memperlajari lebih lanjut ada beberapa hal yang perlu gw sampaikan. Manusia pada dasarnya memiliki ke4 kepribadian itu, hanya saja maksimal 2 yang dominan. Manusia hidup dengan kombinasi keempatnya, tapi hanya ada satu atau dua yang dominan. Keempat karakter itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2, tidak ada yang lebih hebat atau paling hebat. Keempatnya harus saling mengisi entah dalam pribadi internal seseorang ataupun dalam hidup antar pribadi di masyarakat. Can’t wait to see huh? Here it goes!
1. Sanguinis (si popular. Si matahari keceriaan. Born to coloring the world)
Ciri-ciri:
1. Suka dan pandai bicara, bercerita, bercanda
2. Menghidupkan suasana
3. Sangat menarik, atraktif, dan suka memukau pendengar (orang yang di ajak bicara)
4. Antusias dan ekspresif
5. Penuh rasa ingin tahu (kepo)
6. Kreatif dan inovatif
7. Mengilhami dan mempesona orang lain
8. Menyukai permainan, dan bersenang2. Selamanya akan menjadi anak2
9. Selebor, slordig, kurang terorganisir, kurang serius
10. Mereka yang disebut si eksis, si kocak, si biang keramaian
Dunia menjadi ceria berkat si sanguinis. Sanguinis adalah orang perlu dicari ketika lw butuh suasana ceria, dan teman untuk bersenang-senang. Selalu ceria, periang, antusias, ekspresif, ga bisa diem, aktif dan dinamis. Sanguinis adalah si populer. Dialah yang selalu beredar dan menonjol saat acara dan pesta. Selalu berbicara, bercerita, bercanda, menarik perhatian pendengarnya. Namun sayangnya sanguinis, adalah orang yang sangat selebor, kurang terorganisir, berantakan. Ini disebabkan karena mereka hidup untuk keceriaan dan bersenang-senang, dan hal-hal yang serius adalah hal yang tidak mereka sukai. Selain itu mereka kurang bisa mengerem pembicaraan, sekali ngomong harus banyak. Pekerjaan bagi orang yang dominan berkepribadian ini adalah orang yang lebih banyak membutuhkan bicara saat kerja, seperti PR, MC, Marketing, Distributor, Jubir, Bussiness Consultant, pelawak, artis, entertainer, dll. Gw bukannya mau bilang lapangan pekerjaan sanguinis hanya dan harus itu, nggak, cuma gw berani jamin, sanguinis akan sangat betah bekerja di iklim pekerjaan seperti itu, karena mereka bekerja di bidang dan keahliannya. Coba mereka disuruh kerja jadi teknisi nuklir yang membutuhkan konsentrasi, keheningan, dan analisis yang mendalam, gw yakin ga nyampe sebulan, mencret2 darah si sanguinis itu, ga betah coy! Orang-orang sanguinis dunia antara lain : Tukul Arwana, Indra Bekti, Paris Hilton
2. Melankolis (si pemikir dan perasa, terorganisir. Born Genius)
Ciri-ciri:
1. Berpikir mendalam, penuh, pikiran dan analitis
2. Rapi dalam segala hal dan terorganisir
3. Jenius dan intelek
4. Berbakat dan kreatif
5. Terperinci, logis, sistematis dan menyukai detail
6. Bercitarasa tinggi, perfeksionis
7. Realistis cenderung pesimistis
8. Terlahir untuk skeptis, kritis, dan pesimistis
9. Sensitif dan perasa
10. Mereka yang sering disebut Si geek, eksentrik, autis dan freak
3. Koleris (si pemimpin, suka mengontrol. Born Leader)
Ciri-ciri:
2. Kompetitif, ga mau kalah
3. Menyukai keadaan dalam kontrolnya
4. Berorientasi pada tujuan
5. Kuat sendirian, tidak terlalu butuh teman
6. Merasa diri selalu benar
7. Kalo uda bilang “A” ya “A”, ga bakal bisa berubah jadi “B” atau “C”. Keras kepala, kukuh pada pendirian dan prinip
8. Dingin, cool, karena menunjukkan emosi dianggap kelemahan. Suatu yang haram bagi koleris yang kuat
9. Kalo uda pengin sesuatu dikejar terus mati2an
10. Mereka yang disebut : si boss, si ketua
Alangkah dunia ini memerlukan koleris. Masyarakat dunia perlu bimbingan, dan munculah para koleris ini untuk mengontrol keadaan dan memimpin mereka. Bayangkan apabila dunia ini tanpa koleris (pemimpin), dunia ini bergerak tanpa arah dan tujuan. Hanya ada pelawak (sanguine) dan si cengeng (melankolis) gimana mau maju? Itulah peran koleris di dunia. Seorang koleris hanya perlu dibatasi kewenangannya, karena koleris yang sangat terlalu dominan akan sewenang2 dan seenaknya sendiri. Selain itu koleris juga perlu waktu untuk bersantai, karena mereka adalah para workaholic. Mengapa bisa demikian? Karena hasrat dan keinginan mereka untuk HARUS mendapat apa yang mereka mau dan tujuan mereka merupakan kekuatan untuk terus bekerja tanpa kenal waktu. Para koleris juga perlu untuk sedikit kendur, dan belajar untuk fleksibel, karena mereka adalah orang2 yang keras kepala dan prinsipil. Hampir semua pekerjaan koleris bisa lakukan, karena mereka punya keinginan untuk mengontrol dan menguasai profesinya, mereka juga tidak menyukai ketidakmampuan melakukan sesuatu. Namun koleris yang dominan sangat cocok untuk menjadi politisi, polisi, presiden, pasukan densus 88 dll. Orang-orang koleris dunia : Soekarno, Hittler, Alex Ferguson
4. Phlegmatis (si pencinta kedamaian, si penyabar, si jiwa sosial. Born to patient, listen to people and make peace in the world)
Ciri-ciri:
1. Fleksibel dan sangat nyantai dan rileks
2. Menghindari untuk menyakiti hati orang
3. Cenderung mengalah untuk menghindari konflik
4. Seorang pendengar yang baik, sabar banget
5. Peragu
6. Orang yang cenderung mau ketika disuruh karena mereka berasumsi menolak akan menimbulkan konflik, orang yang sering ngomong, "ya uda deh", "yaudalah gpp".
7. Seorang mediator atau penengah masalah yang baik
8. Cinta banget kedamaian dan ketenangan hidup. Hidup ga usah ribet dan neko2, nyatai aja
9. Kurang motivasi, enggan meninggalkan zona nyaman
10. Mereka yang disebut : si tong curhat, kebapakan atau keibuan, sabar banget, si nyantai dan males2an
Phlegmatis adalah mereka yang harus lw cari ketika lw butuh seseorang untuk diajak curhat. Apapun yang lw katakan, maul w bentak, lw hina, mereka akan diam dan menerimanya. Tujuan utama phlegmatic adalah hidup dalam kedamaian dan ketenangan. Menurut mereka hidup itu rileks, nikmatin aja, ga usah neko2 gitulah. Mau di ajak kemana2 slow, “gw pasti ikut! Nyantai aja, have fun kita!”. Sangat mudah terpengaruh bujukan, karena mereka cenderung menghindari konflik. Padahal mereka belum tentu menyukai dan sepaham dengan ajakan itu. Namun mereka sejatinya adalah orang2 yang memiliki jiwa sosial tinggi. Mengapa? Karena hidup mereka ga terlalu mengejar tujuan dan ambisi (materi), jadi memberi untuk orang merupakan dorongan hidup mereka. Selain itu phlegmatic adalah seorang mediator konflik antara 2 belah pihak. Mengapa? Karena seorang phlegmatis mau dan mampu mendengarkan keluh kesah orang dengan dingin dan tenang. Sayang orang phlegmatis adalah orang2 yang miskin motivasi. Hidup mereka nyatai abis. Orang yang dominan phlegmatis cocok di lapangan kerja sosial seperti: suster, psikolog, dll. Orang phlegmatic dunia: tokoh mpok sapa ya...aduh lupa gw, yang di serial bajaj bajuri (yang selalu minta maaf itu loh! Hehehe), Bunda Theresa
Well itu sekian tentang 4 kepribadian manusia dari Florence Littauer. Eumm….tentang 16 kepribadian dari Paula Tieger, kayaknya mesti gw undur di postingan berikutnya ya, soalnya yang ini aja uda panjang banget, ntar lw pada males lagi bacanya. hehehe
Oh iya, terus terang gw bukanlah expert dalam bidang ini, gw bukan ahli psikolog. Tapi kalo mau nanya2 dikit ma gw bolehlah. Hehehe. For more info bisa lw cari di buku “Personality Plus” dikarang Florence Littauer. Bisa juga minjem gw, tapi lw fotokopi dulu ya! Hehehe. Makasih uda berkunjung, smoga bermanfaat. See u in the next post! Hehehe
Ad Maiorem Dei Gloriam
Bene Krisna
Monday, March 22, 2010
Hati dan Emosi VS Logika dan Rasio : Disonansi dan Kosonansi
Pernah ga lw ngerasa begini, “Aduh gw pengin banget itu, tapi keknya ga mungkin deh, soalnya kan….” Atau seperti ini “Pokoknya gw harus maju, meskipun… yah gimana ya, keknya feeling gw bilang sih…”. Intinya pernah ga lw berada dalam situasi dan kondisi dimana hati dan logika lw saling berlawanan? Baru-baru ini gw mengalami peristiwa atau fenomena dimana hati dan emosi berkolaborasi untuk melawan duet logika dan rasio, atau kalo Netral (band papan atas Indonesia kesukaan Bank Raff. hahaha) bilang “pertempuran hati”. Well sebelum gw membahas lebih lanjut, gw cuma mau mengatakan post ini uda lama “berkerak” di folder laptop gw, tapi masih ngerasa postingan ini “sampah abis!” ga ada gregetnya, cuma isi uneg2 otak doang dan berbobot. Sampe akhirnya, saat kuliah Teori Komunikasi, kebetulan tema ini dipelajari. Special thanks buat Lupita, Nicke dan Naomi yang telah membuka cakrawala gw tentang masalah ini. Hehehe. Walaupun dengan rendah hati gw mengatakan bahwa mungkin pikiran gw ini kurang tepat atau ngawur dari teori, but at least gw uda peduli untuk berpikir tentang apa sih yang sedang terjadi di tubuh gw ini. Hehe. Oke tanpa banyak waktu mari kita cekidot! Enjoy!
Jadi begini ceritanya…
Sedari awal logika mengatakan, “ini ga bener Kris! Lw ngapain sih ngelakuin itu? Itu tuh salah! Itu hanya akan merugikan lw doang!” . Namun hati gw berkata, “Uda jalanin aja kali, pasti bisalah”. Akhirnya gw lebih mendengarkan suara hati gw, karena memang persoalan yang bersangkutan menyangkut masalah hati, jadi gw membiarkan hati yang berbicara. Lalu gw pun menjalankan proses itu, tapi energi yang gw salurkan ga maksimal, bahkan cenderung negative, namun gw cukup keras kepala, gw tetap menjalankannya. Kepala gw sibuk memberikan pendapat secara logis bahwa yang gw lakukan itu salah, tapi hati gw membenarkan semuanya, bahwa itu memang harus dilakukan. Alhasil gw sibuk mencari informasi untuk mendukung suaranya si hati ini, entah mengapa sangat subyektif sekali. Gw pun sampai pada proses final, dimana hati dan emosi sudah tak tertahankan lagi, meskipun otak gw berbicara “Bodoh banget lw!!! Jangan lakukan itu!!!”. Alhasil…..buyarlah semua. Ga heran, gagal, usaha gw ga maksimal, bahkan dari dalam diri gw aja ga sinkron apalagi sinergis. Awalnya gw ngerasa, gw ini kelainan! Sumpah! Gw pikir, ini nih gejala awal sakit jiwa, tapi setelah gw mendapatkan pengetahuan yang tepat ini hanya masalah psikologis suatu individu.
Sejatinya dua kubu yang berkelahi ini merupakan suatu perserikatan alat kerohanian manusia untuk mengambil keputusan dalam menjalani hidup. Ada juga satu anggota lain yaitu : naluri, tapi gw sekarang ga lagi membahas itu. Lalu, entah kenapa, ada saat dimana keduanya tidak sinergis, sehingga menimbulkan suatu konflik batin. Otak dan rasio mengambil peran sebagai alat rohani untuk menganalisis, sedangkan hati berperan sebagai menentukan sesuatu untuk dilakukan.
Dalam teori komunikasi, hal ini disebut Disonansi yaitu suatu keadaan dimana seorang individu mengalam ketidaknyamanan karena terjadi konflik antara otak dan emosinya. Lawan dari disonansi adalah kosonansi yaitu kedua elemen otak dan hati bekerja sama kompak banget, bersinergis membentuk kekuatan dan keyakinan sepenuhnya. Individu yang “terjangkit” disonansi akan melakukan usaha apapun untuk mengurangi disonansinya itu dengan mencari informasi apa saja yang berguna untuk mendukung salah satu suara di tubuhnya (entah itu otak ataupun hatinya) dalam upaya membentuk kosonansi. Bentuk2 kosonansi itu ada 3 macam yaitu :
1. Individu tersebut mencapai keyakinan positif penuh, dan terus menjalankan keyakinannya itu
2. Individu tersebut mencapai keyakinan negative penuh. Individu itu menemukan pengetahuan bahwa apa yang diyakininya (suara yang lebih kencang, entah hati atau otaknya) itu keliru, sehingga ia memilih mundur
3. Individu tersebut pergi dari konflik itu. Individu itu ngerasa, “ah ya udahlah” dan mencari sebuah keyakinan baru.
Masih belum puas dengan itu semua, gw berselancar di dunia maya mencari informasi, dan terus berpikir. Gw terus berpikir, apalagi pas boker, naik angkot, atau pas lagi nyetir mobil sendirian. Sampai akhirnya malah muncul pertanyaan baru, apakah ini semua karena ketidakmampuan gw mengatur otak?
Otak manusia terdiri dari 2 bilik. Kiri dan kanan. Si kiri berisi logika dan rasio. Sedangkan si kanan berisi perasaan dan estetika. Saat disonansi, otak kiri sama kanan ini berantem melulu. Apa karena gw kurang bisa mengendalikan otak kanan gw? apakah gw menganaktirikan otak kiri gw dan terlalu memanjakan otak kanan gw sehingga suaranya lebih kencang? Pertanyaan terakhir, apakah gw yang belum menguasai otak kanan (si emosi) jadi suka masih berkeliaran seenaknya? Tapi gw berdasarkan pengalaman gw hidup, gw selalu berpedoman pada common sense, logika dan rasio saat menghadapi masalah.
Hmmm….entahlah. Gw ngerasa post ini masih kurang bagus, ga jelas apa yang mau diungkapkan. Tapi daripada numpuk di draft postingan blog gw, ya udalah gw launch aja (bahkan saat gw akan launching post ini gw masih disonansi. Hahahaha), sapa tau juga membuat anda bingung. Hahaha. Ga deng, bercanda, semoga dapat menambah wawasan anda semua pembaca. Thanks see you in the next post
Ad Maiorem Dei Gloriam
Bene Krisna
Tuesday, March 9, 2010
Tribute to Hari Wanita Sedunia
Anyway hari wanita sedunia sengaja diselenggarakan guna memperjuangkan hak-hak wanita dan emansipasi wanita. Berawal dari adanya ketidaksetaraan gender, yaitu melihat perbedaan pria dan wanita bukan berdasarkan dari sisi biologisnya tapi dari sisi nilai-nilai kultural. Bahwa laki-laki harus ini, sedangkan wanita harus itu. Laki-laki boleh ini, wanita tidak boleh itu, dan seterusnya. Lalu munculah gerakan kaum feminisme yang mendukung persamaan derajat dalam segala aspek kehidupan agar sejajar dengan laki-laki., dan sekarang kaum feminisme mempunyai corak yang sangat tebal sebagai kaum radikal yang benar2 menyamakan wanita dan laki-laki secara gender.
Well gw pribadi sih bersyukur banget ada wanita di dunia ini. Sumpah nyet, kalo kagak bosen banget dah, dunia isinya cowo doang!!! Ibaratnya ga ada keindahan yang harus dipuja (halah!) Dimulai dari gw lahir dari rahim seorang wanita, tentunya ibunda nyokap tercinta...^ ^ Lalu gw harus bersyukur kepada Tuhan karena dengan diciptakannya wanita, gw tau kemana hati dan cinta gw harus berlabuh. Seperti kata band naif berikut ini
Lagu Wanita (by: Naif)
(bait 1)Selama ada wanita, hidup kan terasa indah
Jikalau tiada wanita, hidupku terasa hampa
(bait2)Ku lahir dari wanita, tak bisa hidup tanpanya
Jikalau tiada wanita cintaku untuk siapa
(reff) Tiada lelah kuberucap terima kasih tuhan
Kau ciptakan wanita tuk jadi pasangan jiwa
Naif Band
Woman (by: Gugun and the blues shelter)
Shiny blonde hair, blue eyes staring at me
Burn my fire, oh baby baby it’s all I need
You carry me over, top of the hill
Down on your knees, make me blind to see
*You know just how to take my breath away, you’re amazing
You change my life until tomorrow come, I ain’t complainin’
Six string down, hands up shake your body
You drive me crazy, oh baby baby you blow my mind
You carry me over, top of the hill
Don’t stop baby, never turning back
Woman, woman
Don’t cast your spell on me
Lay down, lay down
Never get enough. For me
Gugun and the blues(masih)bug
Well untuk kalian yang penganut perbedaan gender, please stop that! and buat kalian yang menyimpang orientasi seksualnya, gw ga masalahin karena itu urusan kalian dan free will kalian, tapi cobalah buka mata dan lihatlah Tuhan menciptakan lawan jenis untuk menjadi labuhan cinta kita yang sebenarnya. Oke sekian dari saya, see you in my next post!
Di dedikasikan untuk mama nyokap tercinta dan semua temen perempuan gw
Ad Maiorem Dei Gloriam
Bene Krisna
