Sunday, October 5, 2014

One Ok Rock, Musik Genre J-Rock Rasa Barat

Jika membicarakan genre musik J-Rock atau Japan Rock itu pasti identik dengan berapa hal menurut gue. Pertama, si gitaris harus memiliki skill di atas rata-rata, namun tetap menyuguhkan melody yang ear catchy. Kedua, si pemain bas juga harus ga kalah jagonya, basnya walking, bahkan basnya juga seringkali jadi melody. Ketiga drumnya harus energik, beatnya enak, skill juga di atas rata-rata. Terakhir yang paling penting, si penyanyi suaranya bisa meraung-raung dan nyaring di nada tinggi dan ngebass seksi pada nada-nada rendah. Lagu-lagu J-Rock juga biasanya chordnya progresif, kadang mulainya di B Mol, atau di F# atau lain-lain, kordnya ga lempeng di kord-kord dasar

Itulah patokan dan ciri-ciri genre J-Rock sendiri. Selain itu kalo ngomongin genre musik J-Rock, pasti ga bisa lepas pakemnya dari L'arc en Ciel. Band yang uda nongol dari tahun 1991 ini, seakan jadi standar pakem bahwa J-Rock itu ya kayak gitu. Bahkan band J-Rocks yang ada di Indonesia itu, mirip banget sama Laruku (sebutan L'arc en Ciel) kecuali sejak tahun 2008-an, dimana J-Rocks Indonesia ini uda mulai pede dengan karakter mereka sendiri dan uda mulai nambahin porsi pop Indonesia.

Namun gue baru aja menemukan sebuah band asal negeri sakura ini yang punya taste 100% beda dari band J-rock kebanyakkan, especially from Laruku. Perkenalkan: One Ok Rock

One Ok Rock ini band genre J-Rock rasa Barat. Menurut gw, band ini soundnya perpaduan antara 30 second to mars dan Bullet For My Valentine. Namun, dinyanyikan dengan lirik 'gado-gado' bahasa Jepang dan Inggris. Tapi disitu asyiknya, J-Rock rasa barat.

Musik band ini rock modern gitu, ada paduan tekno-nya gitu, jadi kedengaran seger. Terus penyanyi juga suaranya kuat, banyak teriak-teriaknya. Gw juga nangkep mereka punya semangat emo. Mereka main musiknya lempeng, ga kayak Laruku yang punya partitur njlimet. Beda banget.

Dandanannya wardrobe mereka juga jauh dari neko-neko dan nyentrik ala band J-Rock. Biasanya band-band Jepang itu identik dengan gaya Harajukunya. Rambutnya penuh gel, jabrik-jabrik gitu, kadang pake wig, dengan warna rambut ngejreng. Pakaianya juga dobel jaket, kaos, kadang sweeter, jubah, anything-lah, you name it. Celananya cutbray-lah, kadang celana pendek, dengan warna-warna mentereng. Sepatunya juga boots, kadang sepatu kartun-kartun gitu. Kalo One Ok Rock ini jauh dari neko-neko gayanya. Rambutnya gondrong standart, baju item-item, celana jeans, kemeja biasa, sepatu kets. Simple kayak band-band rock Barat.

Yang gw kagum dari band ini, spelling bahasa Inggris si penyanyi ini bagus banget. Ga kayak  band Jepang kebanyakkan yang spelling bahasa Inggrisnya kacau, dan masih kerasa banget 'medok' logat Jepangnya.

Alhasil setelah kali-kali awal dengerin mereka di TV dan bioskop akhir film Rourouni Kenshin 2: Kyoto Inferno, lagu ini sukses menemani gue seminggu ini saat kerja. Lagu ini sukses menggeser Red Hot Chilli Peppers dan beberapa band lawas kayak Foo Fighters, Aerosmith, yang selalu jadi playlist gw, untuk jadi temen kerja gw.

Namun menurut gw, kelebihan band ini adalah kelemahannya. Kesimpelan mereka dalam main alat musik membuat mereka kayak kurang mengeksplor skill personilnya. Mereka banyak kebantu sama efek dan bantuan suara tekno-tekno gitu, jadi skill personil yang ga 'nggratil' jadi ketutup.

Simak nomor-nomor mereka yang asyik seperti: Mighty Long Fall, The Beginning, Clock Strikes

Happy listening!

*Ditulis, in the night, i can't sleep, because their music is keep playing on my mind *sightt...

No comments:

Post a Comment